KRITERIA MAKANAN HALAL DAN HARAM DALAM ISLAM

KRITERIA MAKANAN HALAL DAN HARAM DALAM ISLAM

Makanan merupakan bahan pokok manusia yang harus dipenuhi. Makanan ini sudah menjadi fitrah bagi manusia untuk melangsungkan hidup. Makanan ini merupakan hal terpenting yang dan sangat berpengaruh terhadap kondisi dan kesehatan tubuh. Selain itu, makanan ini yang masuk ke dalam tubuh manusia ini dapat menentukan suatu doa yang akan dikabulkan atau tidak.  Maka dari itu, islam juga mempunyai aturan dan tuntutan yang harus mengonsumsi makanan dan minuman halal, kadar makanan dan minuman yang dikonsumsi, hingga adab makan dan minum. Dengan begitu, kaum muslimin tidak boleh sembarangan terhadap apa yang telah ia konsumsi. Makanan ini memang ada sebagian orang kurang memperhatikannya, asal makanan tersebut lezat, nikmat, dan harganya murah. Untuk itu, sebagai seorang muslim ini maka harus memperhatikan makanan tersebut yaitu halal dan thoyyib (baik).

Seperti Apa Kriteria Makanan Halal Dan Haram Yang Sesuai Agama Islam?

Kehalalan makanan ini memang memiliki beberapa kriteria yaitu halal bahan bakunya, halal cara memperoleh, dan cara pengolahannya. Sehingga ketiga hal tersebut jika tidak terpenuhi maka makanan tersebut hilang nilai halalnya dan menyebabkan tidak dapat dikonsumsi. Kehalalan dan kethoyyiban makan ini dapat mendarah daging dalam tubuh seseorang dan akan mempengaruhi perilaku orang tersebut. Sehingga jika makanan tersebut tidak baik (thoyyib) maka dapat merusak jasad tubuh seseorang. Dan jika makanan tersebut tidak halal maka juga akan berpengaruh terhadap iman seseorang. Lalu, bagaimana kriteria makanan halal dan haram yang sudah disyariatkan agama islam? Simak, penjelasan berikut;

  • Halal zatnya

Kriteria pertama yang sudah jelas dari makanan halal adalah zat yang terkandung atau bahan dasar untuk membuatnya. Makanan ini harus terbuat dari bahan alam atau hewani yang halal untuk dikonsumsi. Misalnya roti yang memiliki bahan dasar tepung, telur, garam, dan lainnya yang mana halal secara zatnya. Bahan yang terbuat dari hewan ini memang juga harus di perhatikan. Karena bahan pangan dari hewani yang termasuk haram yaitu daging babi, anjing, hewan bertaring, dan hewan yang dilarang untuk dikonsumsi. Dan jika makanan tersebut mengandung bahan yang diharamkan tetap saja tidak boleh dikonsumsi.

  • Halal cara memperolehnya

Kriteria selanjutnya selain dari bahan makanan, makanan ini hukumnya halal dan dapat dikonsumsi. Namun, makanan bisa menjadi haram jika cara memperolehnya tidak baik. Dan makanan yang dikonsumsi ini harus didapatkan dengan cara yang baik. Bukan makanan yang berasal dari curian, menipu, korupsi, atau hal yang didapatkan dengan cara yang buruk. Maka dari itu, jika mendapatkan makanan berasal dari sesuatu yang tidak baik juga akan menjadikan makanan tersebut haram walaupun zat makanan tersebut halal.

  • Halal cara pengolahannya

Makanan yang halal juga harus diproses dengan menggunakan cara yang halal. Proses pengolahan ini tidak boleh bercampur dengan apapun yang sifatnya haram. Seperti hal nya juga dalam menggunakan alat pengolahan untuk makanan haram, tidak sepantasnya menggunakan alat ini untuk membuat makanan halal bisa jadi makanan yang diolah tersebut dapat menempel.

Itulah beberapa kriteria makanan halal dan haram yang sesuai ajaran islam. Sehingga jika melakukan traveling ke negara yang mayoritas beragama selain islam ini dapat lebih berhati-hati. Dengan kriteria halal haram ini maka bukanlah bentuk pembatasan seorang hamba. Karena islam memperhatikan segala sesuatunya.